Ozora Panel
101 halaman admin siap pakai, berbahasa Indonesia, lolos WCAG 2.1 AA. Karena semua produk berdiri di atas template yang sama, sistem baru tidak pernah dimulai dari nol.
Kalau setiap hari masih ada data yang dicatat ulang, laporan yang dibuat manual, atau pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan sistem, kita cari bagian itu dulu.
Saya bangun sistem, otomasi, dan agen AI yang bekerja di belakang layar. Hasilnya kita ukur dari angka yang benar-benar terjadi di usaha.
Kalau ada satu saja yang kamu kenali, itu titik mulainya. Tidak perlu semuanya dibereskan sekaligus, dan tidak perlu ganti semua yang sudah jalan.
Saya tidak mulai dengan menawarkan paket software. Kita lihat dulu pekerjaan apa yang masih dilakukan manual, berapa banyak waktu yang habis, dan bagian mana yang bisa dibuat lebih sederhana.
Kita telusuri pekerjaan yang berulang tiap hari: siapa yang mengerjakan, berapa lama, dan berapa kali data yang sama disentuh ulang. Tahap ini belum ada kode sama sekali.
Saya bangun sistemnya, dan sebelum dipakai kita kunci dulu angka hari ini. Tanpa angka awal, nanti tidak ada yang bisa dibandingkan.
Setelah berjalan, kita lihat lagi angkanya. Kalau memang lebih efisien atau naik, hasilnya kita hitung bersama. Besarannya disepakati di depan dan ditulis.
Tidak ada angka yang jelas, tidak ada dasar untuk menagih.
Yang dihitung cuma yang bisa dibuka datanya: transaksi yang bertambah, omzet yang naik, biaya yang turun, jam kerja yang kembali ke kamu. Di luar itu, tidak usah dihitung.
Bukan karena semuanya harus pakai AI. Justru sebaliknya: kalau pekerjaan bisa diselesaikan dengan aturan biasa, saya pakai aturan biasa. AI baru dipakai kalau memang perlu membaca, merangkum, atau mengambil keputusan dari informasi yang tidak rapi.
Setiap pagi sistem membaca transaksi hari sebelumnya dan menyiapkan ringkasannya. Sebelum mulai kerja, angka dasarnya sudah ada di layar.
Satu nomor untuk beberapa sistem. Pesan yang masuk diteruskan ke sistem yang sesuai, tanpa pemilik usaha harus tahu harus membuka yang mana.
Dari riset sampai terbit, sebagian prosesnya berjalan sendiri. Saya yang menentukan aturannya, mesin yang mengerjakan bagian berulangnya.
Profil vendor ditulis sepanjang hari tanpa tim konten. Sampai sekarang 15.905 halaman sudah terisi.
Kalau penyedia AI yang biasa dipakai sedang bermasalah, pekerjaannya pindah sendiri ke cadangan. Laporan paginya tetap terbit.
Saya bisa menyuruh server bekerja lewat chat, dan hasilnya kembali ke chat yang sama. Berguna waktu masalah datang saat sedang di jalan.
Yang tujuh punya pengguna asli dan tagihan server yang saya bayar tiap bulan. Satu lagi tinggal menunggu rumah.
Kasir, stok, opname, shift, dan kas untuk usaha cuci mobil sekaligus warungnya. Pelanggan terima nota lewat WhatsApp. Jam 04.30 ringkasan omzet semalam sudah siap dibaca.
Tempat biro perjalanan mencari vendor, dan tempat vendor menunggu permintaan penawaran masuk. Masuknya pakai dompet identitas e.id.
Papan peringkat produk AI Indonesia. Posisinya dihitung dari bid dikali trust score, jadi produk yang sudah lama mati tidak bisa nangkring di atas cuma karena bayar mahal.
Riset topik, susun draf, jadwalkan, lalu terbitkan ke akun sosial tiap klien. Multi-tenant, dengan 458 uji otomatis yang harus hijau sebelum rilis.
Registri penduduk, APBDes, kalender acara, dan layanan surat untuk pemerintah desa. Sudah dipakai Desa Pesanggrahan, berikut tujuh dokumen SMKI dan kebijakan privasinya.
Portal berita yang saya jual sebagai produk jadi. Pemasangannya lewat peramban tanpa menyentuh terminal, temanya tiga, pembaruan turun sendiri. Dua redaksi sudah memakainya.
101 halaman admin siap pakai, berbahasa Indonesia, lolos WCAG 2.1 AA. Karena semua produk berdiri di atas template yang sama, sistem baru tidak pernah dimulai dari nol.
Satu nomor WhatsApp untuk menjangkau semua sistem di halaman ini. Hub-nya sendiri tidak menyimpan pengetahuan bisnis, jadi menambah sistem baru tidak pernah berarti membongkar yang sudah ada.
Keanggotaan, simpan pinjam, akuntansi, sampai RAT untuk koperasi serba usaha. Satu pasang kode melayani banyak koperasi, tiap koperasi bisa banyak cabang.
Dari stok bahan dan resep, sistemnya menghitung HPP tiap kue. Di ujung lain keluar jurnal umum, neraca, dan laba rugi.
Kumpulan prosedur penilaian keamanan: pemindaian CMS, OSINT, serangan pada lapisan identitas, sampai VoIP.
Ke saya, tidak. Yang tetap jalan cuma biaya server, domain, dan lisensi pihak ketiga, dan itu kamu bayar langsung ke penyedianya. Periode penilaiannya kita sepakati di awal supaya jelas kapan dihitung naik atau tidak.
Tergantung berapa besar pekerjaannya dan berapa besar angka yang digerakkan, jadi dihitung per kasus. Yang pasti besarannya disepakati sebelum saya mulai, ditulis, dan tidak berubah di tengah jalan.
Cocok kalau ada pekerjaan yang berulang tiap hari. Kalau belum ada catatan transaksi sama sekali, pekerjaan pertama justru memasang pencatatannya dulu. Tanpa angka awal, tidak ada yang bisa dibandingkan nanti.
Paling cepat di pekerjaan harian yang berulang, karena jam kerja yang kembali langsung terasa begitu sistemnya menyala. Yang menyangkut omzet butuh lebih lama, karena harus lewat minimal satu siklus penjualan utuh dulu.
Datanya duduk di server yang kamu bayar. Yang keluar cuma potongan yang perlu dibaca mesin, dan nama orang disamarkan sebelum dikirim. Sistem ringkasan di Mawis sudah bekerja begitu sekarang.
Angkanya ditarik dari basis data, bukan dari model. Mesin cuma menyusun kalimatnya, dan aturannya melarang menyebut angka yang tidak ada di data. Kalau penyedia utama mati, pekerjaannya pindah sendiri ke cadangan.
Sendiri. Itu sebabnya proyek yang saya ambil terbatas, dan itu juga sebabnya kamu bicara langsung dengan orang yang menulis kodenya.
Data milikmu dan bisa diekspor kapan saja, termasuk saat kita berhenti. Soal kode dan lisensinya kita tulis di perjanjian sebelum mulai, supaya tidak ada yang kaget di belakang.
Bagian ini tidak penting buat kamu kalau yang dicari cuma hasilnya. Tapi kalau kamu punya orang IT dan dia mau memeriksa, ini isinya.
Tidak perlu tahu mau pakai sistem apa. Cukup cerita pekerjaan mana yang paling makan waktu tiap hari, dan berapa orang yang mengerjakannya. Dari situ kita lihat ada yang bisa dipangkas atau tidak.